My Dreams (1-10)



1. Pergi ke Swiss dengan Usaha Sendiri

Swiss. Sebuah negara yang nggak punya pantai tapi punya pegunungan Alpen yang cuantik nian. Disana juga dipake beberapa bahasa umum kayak Perancis, Jerman, Inggris. Kulturnya pun khas banget. Belum lagi buat yang pada seneng saya (baca : manis) disana ada banyak coklat, walaupun enggak gratis. Juga jam tangan disana kamu bisa beli sesuka hati kamu kalo punya uang. Sebegitu kerennya jadi aku pengen banget kesana dengan usahaku sendiri. Entah itu sekolah disana, sekedar wisata, atau bisa juga nganterin simbah kesana. Pengeeeeen banget!

2. Umroh Sekeluarga Pake Uangku
Wew. Pengen banget, tapi kalo udah haji aja. Soalnya suasananya disana, apalagi dirasain sama dua orang tua sama dua adek, wew banget. Rasanya tawaf, rasanya lari-lari kecil safa marwah, rasanya tidur semalem, rasanya pake baju nggak ada jahitannya, rasanya diplontos kinclong, semuanya walaupun belum pernah tapi menakjubkan!

3. Belajar Aikido Sampe Ngepol
Aikido, seni bela diri jepang yang mengutamakan penguasaan teknik sama pengendalian diri, enggak kayak kebanyakan bela diri yang mengutamakan power, agility, speed. Gampangnya, kalo aikido itu kaya counter attack aja, jarang ada pukulan, tendangan. Nah, filosofinya pun bagus banget, nggak akan menyerang sebelum diserang (dalam artian bagus loh ya). Saya pengeeeen buanget nguasain bela diri yang satu ini. Walaupun belum mulai, tapi segera akan saya mulai saat udah masuk kuliah. Saya pengen nguasain ini sampe pol atau paling enggak sampe bisa pedangnya. Karena mimpi saya yang lain adalah jadi ahli pedang. Uwooooh!

4. Hafal Juz 30

5. Hafidz Qur'an
Nomor 4 sama 5 itu sebenernya hampir sama, tapi juz 30 saya sendiriin biar itu jadi target saya yang pertama dulu. Siapa sih muslim yang nggak mau jadi hafidz? Nikmat banget deh kalo udah jadi hafidz. Apapun menyenangkan karena dimanapun kita, kita bakal terus ngejaga hafalan itu. Dengan ngejaga hafalan sama dengan kita menjaga akhlak kita. Emang susah jaga hafalan. Ibarat punya rumah bagus, lama kelamaan pun kalo yang jaga malesan, kumuh, ingusan, ngentutan, curakan, dsb rumah itu bakal jadi jelek, nggak terawat. Nah, makanya besok saya mau plan 1, ikut lembaga tahfidz, plan 2, ngekos di ponpes. Ayo ikut saya menghafalkan!

6. Melanjutkan Sekolah ke Jepang
Melanjutkan sekolah ke negeri matahari terbit. Itu udah jadi cita-cita saya sejak masih ada dalam kandungan, kandungan bumi. Pengen banget gitu sekolah disana. Selain mental-mental orang jepang yang perlu dicontoh banget, liat aja gunung fujinya, kuilnya, bunga sakuranya, animenya, komiknya, yang putih-putih ehemnya, bela dirinya, katananya, semangatnya, festivalnya, wuah pokoknya semuanya. Pengen ngerasain kehidupan disana. Bisa s1 saya, s2, atau s3. InsyaAllah deh!

7. Bikin Yayasan Science Muslim
Ehm serius nih. Bikin yayasan science muslim adalah gagasan saya baru-baru ini. Tujuannya adalah biar generasi muslim di bawahku melahirkan ilmuwan muslim kayak jaman dulu, misal al khawarizmi, al biruni, dll. Dimulai dari bikin buku dengan format mengutip ayat-ayat dari al quran sampe bikin organisasi kemanusiaan buat pelajar-pelajar muslim di seluruh dunia. InsyaAllah.

8. Jualan!
Jualan. Ya Jualan. Saya itu paliiing pengen bisa jualan dengan konsisten dan enggak musiman. Soalnya sampe sekarang saya tu kalo jual musiman, nggak pernah tetap. Pengen deh. Dan kenapa jualan? Karena orang yang  belum bisa ngehasilin uang sendiri tu pasti upilnya banyak, bulu keteknya banyak, dan gantengnya dikit. Maksud saya emmm nggak pede, susah amat ngomongnya. Soalnya orang yang udah berpenghasilan itu otomatis berkembang jadi lebih dewasa #menurutsayasih.

9. Ikut Organisasi Youth
Organisasi Youth itu semacam pergerakan (dari seluruh bidang) remaja di seluruh dunia yang disatukan dalam satu wadah organisasi. Disitu kita berkontribusi buat membuat dunia yang lebih berarti, kayak ngetes jijiknya makanan, keputihan gigi, mayat ayam sampe yang serius-serius kayak bersimpati sama sesama, bersimpati sama bumi, dll. Makanya, dengan itu, kita bakal jadi orang yang lebih bermanfaat, dan aku ingin!

10. Ke Palestina sebagai Relawan
Nah, ini nih yang serius dan penting banget. Palestina. Sebuah negara yang dijajah dan kehilangan tanah airnya sampe sekarang. Bayangin aja anak-anak dibunuh di depan anak-anak lain gitu, apa itu manusiawi? Dimana human rights yang mereka gembor-gemborkan di depan para pemimpin negara di PBB? Bayangin kamu mati perlahan, kulit dan daging kamu melepuh pelan-pelan, karena ditembak dengan fosfor putih yang dilarang PBB yang sekali lagi enggak ada yang berani ngelawan? Itu bener-bener perbuatan tidak beradab, dan saya harus bertindak. Tidak hanya dengan menulis seperti ini, tapi juga harus dengan pergi kesana, merasakan apa yang mereka rasakan, dan membantu. Kuharap hati kalian terketuk. Karena saat Indonesia dilanda tsunami Aceh dan gempa Jogja, mereka dengan ikhlas membantu kita tanpa pamrih, padahal mereka sangat membutuhkan itu! Saya sangat ingin ke Palestina!

to be continued...
Lagi dong

Sabtu, 23 Juni 2012 1 Comment

Berusaha

Berusaha.
Pertama kali denger udah nyerah pasti (memastikan banget). Dibilang susah juga ada gampangnya, dibilang gampang juga ada susahnya, tapi jujur berusaha itu emang susssssaaaaaaaaah . Emang sih, kalo denger kata 'berusaha' itu pikiran pertama susah, tapi jangan juga ding. Soalnya tanpa berusaha kita nggak akan mendapatkan apa yang kita inginkan dengan benar.

Kebanyakan dari kita kalo berusaha, apalagi dalam sesuatu yang enggak kita sukai kita bakal cepet nyerah, menunda-nunda, dsb. Padahal itu sebenernya tolok ukur kegantengan kita . Rasaian aja deh, waktu kamu bisa ngalahin rasa menunda-nunda itu, kamu bakal ngerasa lebih ganteng dari sebelumnya (habis itu jangan ngaca daripada balik lagi ke keadaan awal). Biasakan kayak gitu setiap hari, jamin nggak jamin kamu bakal ngerasa ganteng banget suatu saat.

Kalo kata bang Kahlil :
Seorang optimis memandang pada bunga mawar saja, bukan pada durinya, seorang pesimis merenungi duri, acuh tak acuh pada bunganya.
Kahlil Gibran
 Kalo kata bang Tison apa Ali (lupa sih), intinya :
Aku membenci setiap latihan yang aku jalani. Tapi karena itulah aku bisa menjadi seperti ini sekarang,
Nah, mau kan jadi kayak abang-abang disana. Kita pun dikasih potensi yang sama. Jadi jangan buang waktumu, ayo berusaha!

Alhamdulillah 
Lagi dong

Jumat, 22 Juni 2012 Leave a comment

Pemimpin

Bismillah.



Pemimpin. Leader.
Sebuah kata yang kayaknya sering kita dengar. Tapi apakah hanya seperti itu? Pemimpin yang memimpin orang yang dipimpin? Pemimpin yang berebut kekuasaan? Pemimpin yang berkampanye dengan segala cara?
BUKAN. Pemimpin bukanlah seperti itu. Pemimpin adalah seseorang yang mengatur, merencanakan, mengevaluasi, dan mengkoordinasi semua yang dilakukan oleh anggotanya dengan kebijaksanaan tanpa mengharap balas jasa. Itu menurut saya.


Bagaimana menjadi seorang pemimpin yang seperti itu?
Jawabannya menurut sekelumit pengalaman saya yaitu dengan 1 kalimat :
TALK LESS, THINK AND DO MORE
As Charlie Chaplin said: “I don’t always speak, but when i do i make sure? the whole world listens”.
Ditambah dengan sedikit bumbu keberanian, kesabaran, dan loyalitas.


Itu dari banyak cerita, mulai dari Richard The Lionheart, Shalahuddin Al-Ayyubi, Alexander The Great, Genghis Khan, Patih Gajah Mada, John F. Kennedy, Soekarno, Steven Gerrard (jerat brooo), 4 Khalifah, sampe Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka semua selalu berfikir sebelum bertindak. Saat banyak orang panik, mereka ada untuk menenangkan. Saat banyak orang terlena dengan kenikmatan sesaat, mereka memberi contoh bahwa kenikmatan itu tidak selamanya ada. Saat banyak orang mengira mereka sudah di atas angin, mereka masih merendah. Dan mereka adalah sosok yang bisa berbaur dengan rakyatnya, berpakaian sama dengan rakyatnya, bahkan makan tidak lebih baik dari rakyatnya. Merekalah sosok-sosok pemimpin yang dirindukan rakyat saat ini. Namun, saya yakin, sebentar lagi Indonesia akan mempunyai mereka dengan sistem pendidikan yang mengutamakan moral ini.


That's all. May God gives us many truly-really-leader soon. Wallahu a'lam bisshowab.
Lagi dong

Kamis, 19 April 2012 Leave a comment

Keluarga

Keluarga. Sebuah kata sederhana, namun sangat bermakna. Sebuah tempat kita memulai, dan mengakhiri hidup. Sebuah tempat penuh cinta dan kasih sayang. Ada Bapak, ada Ibu, ada kakak, dan ada adik. Mengawali dan mengakhiri hari bersama. Sebuah keadaan yang begitu menyentuh hati, menghangat


Namun, dewasa ini kehangatan keluarga banyak hilang dengan adanya game, pekerjaan yang tidak selesai, dan keperluan-keperluan tidak penting yang lain. Padahal kehangatan keluarga itulah yang membuat orang-orang di dalam keluarga bahagia dan sukses.


Kapan terakhir kali anda mencium tangan orangtua anda?
Kapan terakhir kali anda memberikan salam hangat pada orangtua anda?
Kapan terakhir kali anda meninggalkan game dan komputer untuk membantu orangtua anda?
Kapan terakhir kali anda mengatakan, Ayah, aku sayang Ayah?
Kapan terakhir kali anda mengatakan, Ibu, aku sayang Ibu?


Kapan terakhir kali anda menunda perintah Ibu anda?
Kapan terakhir kali anda memarahi Ibu anda?
Kapan terakhir kali anda mengatakan sesuatu yang buruk kepada Ibu anda?


Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang di atas mungkin mayoritas adalah sudah lama, dan yang bawah, baru saja. Maka, kita sendiri lah yang harus mengembalikan kehangatan keluarga ini.


Sincerely,
Azzadiva Sawungrana for My Family
Lagi dong

Sabtu, 10 Desember 2011 1 Comment

Kebiasaan Kecil


Teman, manusia itu diciptakan bukan hanya dari bagian yang besar-besar saja, layaknya jantung, hati, tangan, kaki, dan lain sebagainya. Justru manusia, diciptakan dari sebuah partikel/zarah terkecil yang disebut gen yang sangat sangat kecil, hanya beberapa mikron. Dan gen itu disusun dari asam amino yang merupakan gabungan dari ribuan peptida. Padahal satu peptida itu masih dibentuk dari atom atom N H dan O. Benar-benar sangat kompleks apa yang diciptakan Tuhan.


Nah, sebenernya itu cuman briefing yang bikin mikir, masak sih anak SMA pikirannya cuman Digimon terus, sekali-kali Biologist laaaah. Oya, jadi hidup kita ini terbentuk bukan dari kegiatan-kegiatan besar yang sering kita perhatikan kayak, ngadain konser sedunia, ngadain bakti sosial gede-gedean, atau yang agak gatel ya dapet aura kasih. Tapi, justru hidup kita itu dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi. Semuanya berpengaruh. Bahkan cuman beresin tempat tidur itu bakalan membuat kita lebih menghargai keindahan dan bisa nutup kemungkinan nyanyi lazy songnya bruno mars.

Nah, makanya nih kita harus biasain hidup yang simpel tapi bermanfaat terus. Caranya yaaa, 

  1. Banyak-banyak tinggalin tuh yang namanya IDIOT BOX (TV)
  2. Olahraga yang teratur, nggak perlu banyak-banyak, yang penting TERATUR
  3. Makan makanan alami, kurangi makan junk food. Nggaperlu sampe Vegetarian total. Tapi yang penting, makan yang jelas-jelas alami aja.
  4. Kalau nyari obat, cari yang HERBAL. Obat herbal cenderung klop sama tubuh dan nggak ngganjel di badan, termasuk vitaminnya.
  5. Jangan pernah mengeluh.
  6. Tersenyum dan menyapa pada siapapun yang kamu lewati.
  7. Mengurangi pemakaian plastik.
  8. Mengambil hikmah dari apa aja yang dialami.
  9. Selalu mengawali apapun dengan basmalah, dan mengakhiri dengan hamdalah.
  10. Jangan tidur terlalu malam.
  11. Jangan buang waktu dengan kegiatan yang tidak berguna.
  12. Selalu bayangkan mimpi-mimpi di depanmu!
Nah, semuanya itu ada gunanya kalo bener-bener kita lakuin, nggacuman teori aja. So, let us make these habits !
Lagi dong

Senin, 28 November 2011 Leave a comment

Aku, Mimpi, dan Kejujuran



Guwah. Kali ini saya mau curhat dikit aja tentang hidup saya. Bener-bener deh. Baru bener-bener yakin nih kalo mimpi itu berbanding lurus dengan kejujuran. Tau sendiri lah apa maksudnya kejujuran di sini. Pelajar pasti deket banget kan kaitannya sama nyontek, baik temennya, bukunya, bbnya, atau bahkan tanya gurunya boleh juga dicoba. Bagi saya itu udah masa lalu aja laaaah, parah itu mah. Saya kira tu kalo kita nyontek ya dapetnya bagus, tapi kok juga nggak kayak gitu. Jangan dicoba tapi diyakinin aja. Saya udah ngelakuin keduanya dan enggak kayak film-film di Indosiar yang lebe, saya ternyata bisa juga tanpa nyontek. Tapi ada kecualinya juga sih, di pelajaran Sejarah --". Gila, susah walaupun ada yang dapet 100. Emang udah nggak bakat dari oroknya kalo saya mah.


Tapi alhamdulillah kok karena saya mau berusaha buat seneng pelajarannya dan mau buat belajar ngungkut, saya bisa lumayan menguasai materi-materinya. Biologi yang dulunya saya nggasuka, bisa dibilang kayak panu di tubuh lah. Parah. Tapi alhamdulillah sekarang tidak lagi, yeeeh. Sekarang saya lumayan suka karena disuka-sukain. Yaa, malah kemaren nilainya lebih tinggi daripada nilai Matematika, gosh. Alhamdulillah aja pokonya. Udah belajar, nggak nyontek, dapet nilai bagus. Alhamdulillah. Dan kalo nyontek mesti saya nggak dapet nilai setinggi ini. Bisa aja karena faktor g (gurunya curiga), atau faktor k (keliatan terlalu pintar karena mukanya bloon), atau juga bisa faktor a (anyel, gurunya tiap hari nggak diperhatiin).


Jadi pokonya intinya, Aku (Mimpi)^4 = (Usaha + Jujur) x 100%
Bekerjalah dengan jujur (meskipun aku belum selalu bisa jujur tapi ayo) karena mimpi pangkat empatmu tergantung dengan kejujuran dan usahamu dikalikan 100%


BE WISE! BE HONEST!
Lagi dong

Selasa, 01 November 2011 Leave a comment

Penyakit Riya'ku




by Sawungrana Azzadiva on Thursday, August 25, 2011 at 9:24pm



Inilah aku.
Aku nggak tau sih gimana orang-orang lihat aku tu gimana. Tapi, aku ngerasa terlalu jaim di depan banyak orang. Dan itu bikin amalan-amalanku banyak yang berpotensi riya', padahal :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]

Sesungguhnya, amalan-amalan itu tergantung niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang diniatkannya. Maka, barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya diterima Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa yang niat hijrahnya untuk dunia yang akan diperolehnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu akan sampai pada yang diniatkannya.'' (HR Bukhari Muslim).
Hatiku bilang,
"Kowe ra tulus nglakokke amalanmu. Makane sholatmu ra khusyu', apalanmu pudar, nganti ra semangat nglakokke sunnah."
Nggak tentram rasanya kalo amalan yang dikerjain tu nggak maksimal pahalanya. Pengen selalu berusaha menjaga niat dengan mencoba bisa tuma'ninah dan inget surga neraka di setiap kondisi, tapi memang susah. Teori sih gampang-gampang saja, jangan riya', jagalah niat. Tapinya tapi, banyak banget penghalangnya. Belum lagi kalo dateng masa-masa futur. Wah udah bikin stres qolbu itu.
Tapi setelah curhat sama seorang ikhwan yang aku ngefans berat (ahings :D), beliau ngasih tips :
"Jika kita mengamalkan sesuatu dengan niat bukan karena Allah subhanahu wa ta'ala maka ucapkan, laa haula wa laa quwwata illa billah (tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah). Lalu perbanyak istighfar. Lalu perbarui/betulkan niat (beri semangat diri; kalo saya dapet simpati orang itu pun ucapan/sikap yang sebentar dirasakan, tapi kalo karena Allah maka amal saya ini bisa saya rasakan di 5 alam :
1. Di dunia otomatis sebenarnya orang akan simpati walau kita tidak mengharap
2. Di kubur
3. Di mahsyar
4. Di shirot
5. Dan menentukan keberhasilan kita masuk surga atau neraka
God! Itulah yang kubutuhkan! Aku akan mulai mencoba tidak riya' dan meluruskan niat agar semua amalan yang aku lakukan maksimal pahalanya dan bisa membawaku dapet rahmatnya, dan mendapatkan gelar radhiyalllahu 'anhu! Aaaamiiin ya Rabbal 'alamiiin!
Lagi dong

Kamis, 25 Agustus 2011 Leave a comment

« Postingan Lama